langkah menuju impian

 

Dalam setiap langkah menuju impian, pasti terdapat banyak rintangan dan  tantangan . Mulai dari yang kecil maupun besar, baik yang kelihatan maupun tidak terlihat. Semua itu muncul untuk menguji kita, seberapa sabarnya kita, seberapa kuatnya kita, seberapa gigih nya kita. Semua itu perlu pembuktian. Jika kita ingin mendapatkan impian, maka kita harus siap dengan beberapa rintangan didepan kita yang biasa disebut dengan dinding ghaib.

Dinding ghoib terdapat pada setiap diri seseorang yang sedang menitih jalan menuju impian, dinding ghaib itu adalah “pesimis”. Kita harus membunuh ke-pesimisan itu. seperti yang pernah  pak  Shilahudin S.pd.i salah satu staf pengajar di MA AL HIKMAH 2 Benda, Sirampog, Brebes ucapkan bahwa “orang yang pertama kali kalah adalah orang yang pertama kali mengeluh dengan senjata yang ia miliki” maksudnya adalah “ jika sejak awal kita pesimis akan apa yang ingin kita capai maka jalan untuk mngejarnya akan tertutup” .

“Remeh” kata penghalang yang kedua adalah remeh. Jika kita meremehkan sesuatu maka impian akan sulit untuk didapatkan. Meskipun kita miskin, bodoh, ataupun pesimis, jika kita merubahnya dengan keyakinan, kebangkitan, optimis dan semangat pasti kita akan dapatkan apa yang kita inginkan.

Semua butuh kerja keras, tanpa mimpi dan kerja keras untuk mendaptkannya semua akan sia-sia dan jangan lupakan do`a, sabar, usaha dan tawakal. Dan jikalau kegagalan masih saja berada dipihak kita, jangan pernah putus asa karena itu adalah sebuah teguran untuk kita agar kita mampu mengoreksi yang ada pada diri kita.

“ingatlah allah tidak akan memberikan cobaan melainkan sesuai dengan kemampuan hambanya. Karena allah mengetahui kadar iman dan kekuatan masing-masing hambanya”

 

 

entah apa yang harus aku lakukan

aku melihat dari sisi gelapku, apakah semua yang aku lakukan ini telah benar-benar dengan apa yang ingin aku capai? entah seperti apa aku harus menyikapinya,? semuanya masih buram dibenakku, aku tau itu salah namun aku belum bisa mencegah semua itu terjadi lagi. aku hanya dapat menyesal jika hal itu terjadi, dalam hati ingin merubahnya, sikap, sifat dan kelakuan belum juga mendukungnya. apakah aku harus menyesal setiap hari dengan segala sifat yang tak pernah aku mengerti ini?
tuhan,,,,, apakah yang harus aku lakukan? aku telah melaksanakan apa yang seharusnya aku lakukan tuhan,, tapi mengapa hal itu kembali terulang membayangi hidup ini tuhan. bantu aku tuhan untuk merubah ini semua tuhan aku ingin menjadi sepeprti apa yang kau lukiskan dalam al quran….

my friend

RIFAT…

Cerita tentag kehidupan memang sungguh menyenangkan, karena banyak hal yang mampu kita dapat dari semua ini. senyuman, kesakitan, ketegaran dan apapun itu selalu kita rasakan setiap hari. Yang menjadikan kita sadar akan pentingnya koreksi diri kita setiap hari. Untuk melakukan suatu perubahan yang akan mampu menerbangkan kita menuju impian kita yang sesungguhnya.

Yaps seperti hari ini, senyuman tulusnya menyambangi pagi yang cukup cerah. Membawaku terhadap impian untuk memilikinya. Yah impian itu kembali hadir dalam diri yang sepi ini. “rifat maulana” nama yang bagus sebagus orangnya. Namun dia benar-benar misterius bagiku, entah apa yang  membuatku ingin mengenalnya lebih dalam. Mungkinkah karena sifatnya berbeda dengan yang lainnya? Atau mungkin karena dia sosok yang bisa membuat seorang cewek diam begitu saja ketika hadirnya dia. Wajahnya yang “baby face” membuat banyak kaum hawa berdecak kagum dan menginginkannya.

Banyak sifat yang ingin aku ketahui lebih dalam, entah mengenai kehidupanya ataupun apalah itu kelakuannya, kebiasaannya ataupun yang lainnya. Dia selalu memberikan sesutu yang membuat kta terheran-heran, salah satunya adalah moment pagi tadi ketika anak-anak sedang terfokuskan oleh selembar soal bahasa inggris yang merupakna mata kuliah terakhir yang diujikan pada UAS 1 kali ini. seekor kucing atang menghampirinya dan dengan seketika dia berteriak dan mengangkatkan kakiknya ke atas kursi dengan exsresi muka yang menunjukkan bahwa dia shock berat. Wkwkwkwk…

Pengen ngasih dia kado kucing da kalau gini mah, wkwkwk… dasar rifat.

bingkai diri

Aku tahu semua rasa ini harusnya tercurahkan kepada sosok seorang wanita tangguh yang tak memiliki kata lelah.  Dialah ibu, yang memiliki kekuatan yang melebihi laki-laki. Ketegaran, kesabaran dan kasih sayangnya bahkan memebuat kita takjub. Sosok yang seharusnya kita cintai dengan setulus hati, sosok yang seharusnya menjadi panutan kita dalam kehidupan kita. Beliau adlah bingkaian dari diri kita, cinta dan kasihnya merupakan backgroundnya dalam melakukan hal untuk kita.  Crewet, keras, pemarah, apapun sikap ibu beliaulah sosok yang paling tangguh.

Sosok ibu yang paling aku kenal adalah ibuku sendiri, beliaulah yang melahirkan, mendidik dan menuntutku hingga akhirnya kini ku dapat merasakan gemerlapnya kehidupan dunia. Tanpanya aku bukanlah seorang yang lebih dari arti sebuah debu, nasihat bijaknya lah yang membuatku  bangkit hingga sampai saat ini aku mengecap manisnya pendidikan. (more…)

bukan kata kalah yang aku sesali

aku tak boleh menyerah dengan semua ini, ini adalah awal langkahku untuk maju dan berubah. hemmm….. mungkin kedengarannya telat namun bagiku tak ada yang terlambat jika kita mau berusaha. jujur saja untuk sebuah perubahan itu tidaklah mudah, harus melewati beberapa fase yang menurutku memang sulit untuk dilalui. yang paling utama adalah tingkat kesadaran kita tentang semua hal yang benar-benar ingin kita capai. saat ini aku memang kalah namun tidak untuk besok dan selanjutnya. semua ini tersadar karena semua yang aku rasakan benar-benar mengecewakan. aku akui itu memang sebuah dirkesalahan dari diriku. kesadaran ini harus terus aku kembangkan hingga akhirnya aku dapatkan keyakinan yang sebenarnya. kekalah bukan akhir segalanya tapi awal menuju kebangkitan. aku tak kalah pintar ko dengan mereka aku, aku tak kalah aktif ko dengan mereka hanya saja aku salah menyikapi hidup ini. harus tersadar terlebih dahulu, harus bisa pasti bisa dan wajib bisa.

 

jangan merasa kalah,,, karena ini adalah awal dari pertempuran..!!

look at me

masa lalu itu tak perlu diingat namun juga tak perlu dilupakan

merupakan salah satu foto kenangan waktu duduk dikelas 1 MA

SATU HAL

saat-saat mencintai dan cintai meupakan masa yang membuat kita merasa berarti,tapi taukah bahwa yang sebenarnya membuat kita berarti adalah diri kita sendiri,
kita memperlakukan orang lain seperti apa yang kita lakukan pada tubuh kita,
niscaya orang lain akan memperlakukan diri kita seperti dia memperlakukan dirinya sendiri.

jangan melihat sebuah kegagalan itu sebagai kehancuran karena kesuksesan itu tak akan pernah ada tanpa adanya kekalahan terlebh dahulu. kegagalan memang benar-benar menyakitkan, namun saat kita menganggap tu semua adalah teguran semua itu takkan terasa berat. meski dalam kenyataannya memang sulit untuk diterapkan

untuk cinta, mimpi dan harapan kita marilah kita ingat satu hal bahwa sesungguhnya kita itu tidaklah lemahkarena kita merupakan makhluk yang paling sempurna yang allah ciptakan.
manusia lah yang diberi akal, perasaan dan kemampuan untuk berfikir yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan yang lainnya.

 

:*

aku hanya inginkan senyum itu kembali menyambangi bibi ini

hapuslah…

ketika senja menjadi penutup sore ini,aku berharap tak ada kejadian kelam seperti pagi tadi,
aku tak habis fikir mengapa semuanya terjadi dengan begitu cepatnya,
tak pernah ku sangka lara in kembali ku rasa,

saat aku membutuhkan dorongan untuk membuatku bangkit,ternyata hanyalah dorongan menuju jurang yang ku rasa,
entah sampai kapan aku merasakan kekecewaan ini,
aku tak menyalahkan takdir,
aku tak menyalahkan keadaan
dan aku pun tak mau menyalahkan rasa ini.

rasa yang seharusnya ku kubur dalam-dalam,rasa yang terkubur oleh cinta itu sendiri.

mungkin ini sebuah teguran untukku lagi.aku mengerti dan aku pahami

cobalah melupakan dan buang jauh perasaan itu.

fighting!!!

ku menangis dalam lara

jleb!!!
kurasakan betapa sakitnya hati ini,
tak kusangka dipagi yang seharusnya penuh semangat ini kutemukan kabar duka,
langit seolah-olah mengikuti alur hatiku yang sedang dilanda kegelapan,
ku coba tetap menitih langkah ini,
menuju kesucian hati,
aku hanya dapat membagi sakit pagi ini dengan segenggap ponsel yang aku pegang,

MENGAPA DUNIA MENYALAHKANKU??

aku dengar dia kembali menyalahkanku,aku tak tahu harus bersandar ke bahu siapakah selanjutya.
kesakitan ini telah mampu membuat tanganku terluka,
tak berbeda dengan luka hatiku,
tanganku pun berdarah dengan seketika ketika jarum itu merubek kulit luarku
hanya hela nafas yang mampu ku keluarkan untuk menghilangkan kesal ini,
kecewa,,
sakit dan lara menyatu didalam dada.

aku melangkah menyusuri jalan yang terndak oleh kemacetan mencoba menikmati kegalauan yang aku rasakan saat ini..

aku berharap akan ada hati yang mampu tenangkanku dalam lara ini…

@firman firdaus

memori lara itu